ini adalah kumpulan artikel & resep buat bayi dan balita yang kami temukan sepanjang perjalanan kami belajar menjadi mama & papa yang baik untuk Keanu
Senin, 25 April 2011
Jumat, 22 April 2011
TABEL BERAT DAN TINGGI TERHADAP UMUR ANAK INDONESIA
TABEL BERAT DAN TINGGI TERHADAP UMUR
ANAK INDONESIA
(0-5 Tahun, Laki-laki dan Perempuan)*
ANAK INDONESIA
(0-5 Tahun, Laki-laki dan Perempuan)*
TAHUN | BULAN | PERSENTASI | |||||||
100% Normal | 90% Kurang | 80% Buruk | 70% Sangat Buruk | ||||||
Kg | Cm | Kg | Cm | Kg | Cm | Kg | Cm | ||
0 | 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 | 3.4 4.3 5.0 5.7 6.3 6.9 7.4 8.0 8.4 8.9 9.3 9.6 | 50.5 55.0 58.0 60.0 62.5 64.5 66.0 67.5 69.0 70.5 72.0 73.5 | 3.0 3.7 4.4 5.1 5.7 6.2 6.7 7.1 7.6 8.0 8.4 8.7 | 45.5 48.5 51.5 54.0 56.5 58.0 59.0 60.5 62.0 63.5 65.0 66.0 | 2.7 3.4 4.0 4.5 5.0 5.5 5.9 6.3 6.7 7.1 7.4 7.7 | 40.5 43.5 46.0 48.0 49.5 51.0 52.5 54.0 55.5 56.5 57.5 58.5 | 2.4 2.9 3.4 4.0 4.5 4.9 5.2 5.5 5.9 6.2 6.5 6.7 | 35.5 38.5 40.5 42.0 43.5 45.0 46.0 47.0 48.5 49.5 50.5 51.5 |
1 | 0 3 6 9 | 9.9 10.6 11.3 11.9 | 74.5 78.0 81.5 84.5 | 8.9 9.5 10.1 10.7 | 67.0 70.5 73.0 76.0 | 7.9 8.5 9.0 9.6 | 60.0 62.5 65.0 67.5 | 6.9 7.4 7.9 8.3 | 52.5 54.5 57.0 59.0 |
2 | 0 3 6 9 | 12.4 12.9 13.5 14.0 | 87.0 89.5 92.0 94.0 | 11.2 11.8 12.2 12.6 | 78.5 80.5 82.5 84.5 | 9.9 10.5 10.8 11.2 | 69.5 71.5 73.5 75.0 | 8.7 9.2 9.5 9.9 | 61.0 62.5 64.0 65.5 |
3 | 0 3 6 9 | 14.5 15.0 15.5 16.0 | 96.0 98.0 99.5 101.5 | 13.1 13.5 13.9 14.4 | 86.5 88.0 89.5 91.5 | 11.6 12.0 12.4 12.9 | 77.0 78.5 79.5 81.5 | 10.2 10.5 10.8 11.2 | 67.0 68.5 70.0 71.0 |
4 | 0 3 6 9 | 16.5 17.0 17.4 17.9 | 103.5 105.0 107.0 108.0 | 14.8 15.3 15.7 16.1 | 93.0 94.5 96.0 97.0 | 13.2 13.6 14.0 14.4 | 82.5 84.0 85.5 86.5 | 11.5 11.9 12.2 12.6 | 72.0 73.5 74.5 78.5 |
5 | 0 | 18.4 | 109.0 | 16.5 | 98.0 | 14.7 | 51.0 | 12.9 | 79.0 |
* Sumber: Direktorat Gizi - Departemen Kesehatan RI. 1973
Selasa, 12 April 2011
Panduan Memperkenalkan Makanan Padat Pertama
- Perkenalan makanan padat. Perkenalkan makanan baru secara bertahap satu persatu karena sistem imun dan pencernaan Si Kecil belum sempurna yang menyebabkan ia sensitif terhadap makanan tertentu (alergi). Berilah jarak 3-5 hari untuk menggganti jenis makanan baru guna mengetahui adanya reaksi alergi terhadap makanan (misalnya ruam, nyeri perut, muntah, diare). Mulailah memberi makanan yang rendah resio memicu alergi, seperti tepung beras, apel, wortel, daging ayam, dll).
- Posisi Si Kecil. Pastikan bahwa Si Kecil berada pada posisi duduk (minimal setengah duduk atau posisi kepala lebih tinggi dari perutnya), di pangkuan Bunda atau di tempat duduk bayi. Jika dalam posisi terlentang bisa tersedak.
- Belajar melan. Awalnya mungkin Si Kecil akan melepehkan kembali makanan yang Bunda suapkan, hal ini karena Si Kecil memiliki refleks dorong yang menyebabkan lidahnya keluar semua yang masuk ke dalam mulutnya. Tetapi tidak akan berlangsung lama, selama Si Kecil antusias, teruskan untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
- Porsi makan. Bunda dapat meningkatkan porsi dan frekuensi makan Si Kecil secara bertahap.
- Melatih keterampilan makan. Jika sudah mulai bisa menggenggam sendiri sendok atau biskuitnya. Hal ini bisa melatih perkembangan motorik halusnya.
Senin, 11 April 2011
Tips Memperkenalkan Makanan Padat Kepada Si Kecil
- Ciptakan suasana makan yang santai dan menyenangkan
- Sediakan makanan yang bervariasi warna, bentuk, maupun teksturnya
- Gunakan peralatan makan yang sesuai dengan usianya
- Waktu yang ideal untuk memberi makan adalah 30-60 menit sebelum waktu tidur, supaya Si Kecil kenyang dan tidurnya nyenyak
- Berikan dalam porsi kecil dan biarkan Si Kecil mendapat porsi tambahan bila
terlihat masih lapar
- Hindari gula dan makanan yang manis.
Sabtu, 09 April 2011
Tahapan Pemberian Makanan Padat
1. Umur 6 Bulan+ (Tahap Perkenalan)
Pengenalan Makanan :
- Tekstur lembut
- Satu Rasa dilanjutkan variasi rasa
Perkembangan Ketrampilan Makan
- Membuka mulut saat sendok diarahkan ke mulutnya.
Jenis Makanan
- Biskuit Bayi, bubur bayi, jus buah, nasi tim saring.
Kebutuhan Nutrisi
- 560 - 900 Kalori
2. Umur 9 Bulan+ (Tahap Lanjutan)
Pengenalan Makanan
- Tekstur semakin kasar & padat
- Variasi rasa lebih beragam
Perkembangan Ketrampilan Makan
- Mampu memegang makanan dan botol
Jenis Makanan
- Biskuit Marie, bubur bayi,jus buah, nasi tim kasar.
Kebutuhan Nutrisi
- 600 - 1000 Kalori
3. Umur 12 Bulan+ (Tahap Pertumbuhan)
Pengenalan Makanan
- Tekstur lebih padat
- Bentuk lebih bervariasi
Perkembangan Ketrampilan Makan
- Mampu menggunakan sendok sendiri
Jenis Makanan
- Biskuit, Puding, makanan keluarga
Kebutuhan Nutrisi
- 770 - 1200 Kalori
Selasa, 05 April 2011
Makanan Pendamping ASI (MPASI)
Bayi sebaiknya di berikan ASI eklusif hingga usia 6 bulan. Karena bagi bayi usia tersebut tidak ada makanan lain yang sebaik ASI. Namun jika kondisi tertentu, seperti produksi ASI tidak mecukupi kebutuhan nutrisi bayi atau alasan medis yang lain, maka pada usia 4 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI. Menginjak usia 6 bulan ke atas, ASI sebagai sumber nutrisi sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan gizi yang terus berkembang. Perlu diberikan makanan pendamping ASI.
Berdasarkan penelitian, di usia 6 bulan, sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh anak relatif sudah sempurna dan siap untuk menerima makanan padat. Enzim-enzim pencernaan sudah mulai tersedia untuk mulai mencerna makanan padat. Selain itu, untuk menghindari bayi dari resiko terkena alergi makanan.
Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
* 4-6 bulan (bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Bubur Susu
Pkl. 10.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
ASI
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI
Pkl. 16.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Bubur susu
Pkl. 21.00
ASI
* 6-9 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 10.00
Buah segar/Biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI/PASI
Pkl. 16.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 21.00
ASI/PASI
* 9-12 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Nasi Tim→ makanan keluarga
Pkl. 10.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI/PASI
Pkl. 16.00
Buah segar/Biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 21.00
ASI/PASI
> 12 bulan
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Makanan Keluarga
Pkl. 10.00
Snack
Pkl. 12.00 (makan siang)
Makanan Keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
-
Pkl. 16.00
Snack
Pkl. 18.00 (makan malam)
Makanan Keluarga
Pkl. 21.00
ASI/PASI
Pengertian
MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan mulai usia 4 bulan sampai 24 bulan. Semakin meningkat usia bayi/anak, kebutuhan akan zat gizi semakin bertambah karena tumbuh kembang, sedangkan ASI yang dihasilkan kurang memenuhi kebutuhan gizi. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
Di 6 (enam) bulan pertama, bayi mempelajari cara untuk menyusu pada ibunya atau menghisap dari botol susu. Saat memasuki usia 6 bulan, bayi akan mempelajari keahlian baru, mulai dari belajar mendorong makanan di rongga mulut dengan lidahnya hinga masuk ke bagian belakan mulut lalu menelan. Momen tersebut merupakan pengalaman yang sangat baru dan luar biasa bagi si kecil.
Bayi dilahirkan dengan kemampuan refleks makan, seperti mengisap, menelan dan akhirnya mengunyah. Pemberian makanan pendamping ASI harus disesuaikan dengan perkembangan sistem alat pencernaan bayi, mulai dari makanan bertekstur cair, kental, semi padat hingga akhirnya makanan padat. Secara umum kesiapan bayi menerima makanan pendamping ditandai dengan hal-hal berikut:
- Bayi mulai memasukan tangan ke mulut dan mengunyahnya.
- Bayi merespon dan membuka mulutnya saat disuapi makanan.
- Hilangnya refleks menjulurkan lidah
- Bayi lebih tertarik pada makanan dibandingkan botol susu atau ketika disodorkan puting susu.
- Bayi rewel atau gelisah padahal sudah diberi asi atau susu formula sebanyak 4-5 kali sehari.
- Bayi sudah bisa duduk sambil disangga dan sudah mampu menegakkan kepalanya.
Persyaratan MPASI
Kriteria yang harus dimiliki oleh MP-ASI adalah sebagai berikut:
- Nilai gizi dan kandungan proteinnya tinggi.
- Memiliki nilai suplementasi yang baik, mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup.
- Dapat diterima dengan baik.
- Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal.
- Bersifat pada gizi
- Kandungan serat kasar / bahan lain sukar dicerna terlalu banyak justru akan mengganggu pencernaan bayi.
Cara Pemberian MP- ASI pada bayi
- Berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian yang lebih kental secara berangsur – angsur.
- Makanan diperkenalkan satu persatu sampai bayi benar-benar dapat menerimanya.
- Makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur, cara pemberiannya kuningnya lebih dahulu setelah tidak ada reaksi alergi, maka hari berikutnya putihnya.
- Pada pemberian makanan jangan dipaksa, sebaliknya diberikan pada waktu lapar ( Notoatmodjo, 1998: 138 ).
- ukur suhu makanan sebelum diberikan pada bayi
- dudukan bayi di pangkuan atau kursi bayi (jangan dibiasakan sambil di gendong ya, apalagi sambil diajak keliling2 keluar rumah, tidak higienis!)
- ajaklah bicara pada saat diberi makan (kalau dikasi makan sambil kitanya ‘ngoceh’ biasanya makannya jadi banyak)
- senyum & eksperikan senangkan makan! (jangan menjadikan makan sebagai ‘kewajiban’ atau ‘paksaan’, dilarang keras memaksa bayi makan!)
- Kalau bayi kita menolak MPASI??
Bukan suatu masalah besar jika bayi menolak suapan anda, cobalah berikan MPASI beberapa hari kemudian. Atau siapakan makanan saring (puree) yang lebih encer sehingga memudahkan bayi untuk menelan.
Jika bayi hanya sedikit makan MPASI, janganlah memaksanya, buatlah kegiatan makan menjadi acara yang menyenangkan.
Makanan pertama terbaik untuk bayi
Makanan padat pertama yang diberikan kepada bayi haruslah mudah dicerna, dan bukan makanan yang mempunyai resiko alergi yang tinggi.
Sebaiknya tidak menambahkan gula atau garam pada makanan bayi! Biarkan rasanya hambar, dan bayi akan merasakan rasa asli dari makanan tersebut.
Garam dapat mengancam ginjal bayi. Sedangkan gula akan membuat bayi menyukai makanan manis & merusak giginya.
Pada awal pertama pemberian bayi berikan bubur beras dengan 1 macam sayuran atau 1 macam buah. Kenalkan satu persatu jangan dicampur, biarkan bayi mengenal rasa terlebih dahulu.
Sayuran Pertama: wortel, kentang, lobak, labu parang, ubi merah, segala macam ubi-ubian, kacang polong, brokoli, kembang kol.
Buah-buahan pertama: apel, pear, pisang, pepaya, alpukat.
Tepung beras: campurkan tepung beras dengan air/kaldu/ASI/susu formula. Tepung beras sangat mudah dicerna dan rasa susu merupakan rasa transisi dari ASI/SUFOR.
Daging: daging giling yang dimasak matang dapat diperkenalkan sebagai MPASI pertama bayi, meski demikian secara umum kebutuhan protein sudah dapat terpenuhi dari ASI nya.
Makanan yang perlu dihindari di awal pemberian MPASI: dairy product (yogurt, keju, dsb), telur, gandum, barley, oat, madu, kerang, ikan, kacang-kacangan (almond, kacang tanah,dsb), daging/ikan asap, buah beraoma tajam (strawberry, lemon).
Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Bayi
Makanan yang diberikan bayi harus tepat baik jenis makanannya, jumlahnya hingga kandungan gizinya. Meskipun secara fisik masih bayi namun kebutuhan akan jenis zat gizi, bayi sama dengan orang dewasa, yaitu karbohidrat untuk sumber tenaga (padi-padian, kentang), protein nabati dan hewani untuk pertumbuhan (susu, daging, telur, ikan, kacang-kacangan), vitamin dan mineral untuk menjaga dan memelihara kesehatan.
Agar bayi tumbu sehat diperlukan vitamin A agar kesehatan matanya terjaga dan menjaga dari serangan inveksi. Vitamin D baik untuk pertumbuhan gigi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari serangan penyakit, bayi memerlukan beragam vitamin dan mineral esensial. Seperti vitamin C, E, A dan seng. Sedangkan golongan antioksidan penangkal radikal bebas bayi perlu golongan vitamin A,E dan C.
Jaga kebersihan MPASI & peralatannya
Ibu harus menjaga benar kebersihan dalam menyiapkan MPASI & tempat penyimpanannya, karena bayi sangat mudah keracunan makanan. Mangkuk & sendok makan bayi harus disterilisasi sampai bayi berusia 9 bulan. Akan tetapi saat bayi sudah belajar merangkak dan memasukkan benda ke dalam mulutnya, proses sterilisasi botol susu & peralatan makan sudah tidak terlalu penting.
Hanya dengan alasan bayi mau makan…maka si bayi digendong dan di ajak keluar rumah sambil memberinya makan. Bisa dibayangkan, berapa banyak debu berterbangan & bakteri yang akan masuk ke tubuh bayi kita?? Kalau sudah begitu, proses sterilisasi perlatan makan menjadi percuma. Lagi pula, ada baiknya membiasakan makan pada tempatnya & tidak berjalan-jalan.
Cara memasak MPASI
- Rebus: gunakanlah sedikit air saat merebus. Hati-hati jangan sampai merebus sayur atau buah terlalu lama (over cook). Tambahkan ASI/susu secukupnya di akhir (jangan ikut di panaskan.
- Untuk membuat puree encerkan ladi dengan ASI/Susu/air matang secukupnya
- Kukus: Cara ini sangat ideal untuk menjaga rasa & vitamin dalam sayuran/buah.
Makanan yang Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
- Bubur tepung beras/beras merah, dimasak dengan menggunakan cairan air/kaldu daging/sayuran, susu formula, ASI atau air.
- Bubur tepung baik tepung maizena, dimasak dengan kaldu atau susu formula/ASI
- Pure buah atau buah yang dihaluskan, seperti pisang, papaya, melon, apel, avokad.
- Pure sayuran, sayuran yang direbus kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sayuran yang dianjurkan, kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning. Selama memblender sayuran sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar tekstur sayuran dapat lembut.
- Pure Kacang, kacang merah/kacang hijau/kacang polong yang direbus dengan kaldu hingga empuk kemudian di haluskan dengan blender. Pastikan blender dan alat saji berlabel food grade agar aman bagi bayi.
- Daging, pilih yang tidak berlemak
- Ayam, pilih daging ayam kampung muda tanpa tulang, kulit dan lemak.
- Ikan, pilih daging ikan tanpa duri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.
Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
- Semua jenis makanan yang mengandung protein gluten, biasanya terdapat di dalam tepung terigu, barley, biji kandum, cookies dari tepung terigu dan havermut. Protein gluten di dalam bahan pangan ini seringkali menyebabkan reaksi gluten intolerance yang menyebabkan perut kembung, mual dan diare pada bayi.
- Hidari pemberian gula, garam, bumbu masak/penyedap rasa terhadap makanan bayi.
- Makanan terlalu berlemak
- Buah terlalu asam, seperti jeruk, sirsak
- Makanan terlalu pedas atau berbumbu tajam, hindari cabe, lada dan asam
- Susu sapi dan olahannya. Khususnya untuk bayi yang memiliki reaksi alergi terhadap susu sapi atau lactose intolerance
- Buah-buahan mengandung gas, durian, cempedak, pemicu kembung dan sembelit
- Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak, pemicu perut kembung
- Kacang tanah, bisa menyebabkan alergi atau pemicu anaphylactic shock atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi susah bernapas.
- Seringkali telur memicu alergi, berikan bertahap dengan porsi kecil dan lihat reaksinya. Jika tidak menimbulkan alergi telur bisa diberikan.
Kebutuhan gizi bayi
Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:
Energi 550 kkal
Protein 10 g
Vitamin A 375 RE
Vitamin D 5 mcg
Vitamin E 4 mg
Vitamin C 40 mg
Vitamin B12 0/4 mcg
Kalsium 200 mg
Besi 0.5 mg
Seng 1.3 mg
Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:
Energi 550 kkal
Protein 10 g
Vitamin A 375 RE
Vitamin D 5 mcg
Vitamin E 4 mg
Vitamin C 40 mg
Vitamin B12 0/4 mcg
Kalsium 200 mg
Besi 0.5 mg
Seng 1.3 mg
Jadwal Pemberian Makanan Bayi Berdasarkan Rekomendasi IDAI
* 0-4 bulan
ASI On demand
* 4-6 bulan (bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Bubur Susu
Pkl. 10.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
ASI
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI
Pkl. 16.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Bubur susu
Pkl. 21.00
ASI
* 6-9 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 10.00
Buah segar/Biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI/PASI
Pkl. 16.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Bubur→ nasi tim
Pkl. 21.00
ASI/PASI
* 9-12 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Nasi Tim→ makanan keluarga
Pkl. 10.00
Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang)
Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
ASI/PASI
Pkl. 16.00
Buah segar/Biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam)
Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 21.00
ASI/PASI
> 12 bulan
Pukul 06.00 (bangun tidur)
ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi)
Makanan Keluarga
Pkl. 10.00
Snack
Pkl. 12.00 (makan siang)
Makanan Keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang)
-
Pkl. 16.00
Snack
Pkl. 18.00 (makan malam)
Makanan Keluarga
Pkl. 21.00
ASI/PASI
(Dari http://creasoft.wordpress.com/2008/05/12/makanan-pendamping-asi-mp-asi, http://bayibalita.com/2010/07/makanan-pendamping-asi-mpasi, http://budiboga.blogspot.com/2008/02/makanan-bayi-dan-balita.html, http://resep-balita.blogspot.com/2005/01/jadwal-pemberian-makanan-bayi.html )
Teknik Pengeluaran dan Penyimpanan Asi Serta Pemberian Asi Peras Pada Bayi
Pengeluaran ASI
Apabila ASI berlebihan, sampai keluar memancar,maka sebelum menyusui sebaiknya ASI dikeluarkan lebih dahulu untuk menghindari bayi tersedak atau enggan menyusu.Pengeluaran ASI juga berguna bagi ibu yang bekerja bisa meninggalkan ASI untuk bayinya.
Pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan dua cara :
- Pengeluaran dengan tangan : tangan ibu dicuci dengan bersih,menyiapkan cangkir/gelas tertutup yang telah dicuci dengan air mendidih.ibu melakukan pemijatan payudara dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah aerola.dilakukan pemijatan secara merata mengelilingi payudara.
- Pengeluaran dengan pompa
- Bila payudara bengkak/ terbendung dan puting susu terasa nyeri,maka akan lebih baik bila ASI dikeluarkan dengan pompa payudara.Pompa baik digunakan bila ASI benar-benar penuh,tetapi pada payudara yang lunak akan lebih sukar.Ada dua macam pompa,pompa tangan dan pompa listrik,yang biasa digunakan adalah pompa Payudara tangan.
Penyimpanan ASI
ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat.Ada perbedaan lamanya disimpan dikaitkan dengan tempat penyimpanan:
- Di udara bebas/terbuka : 6-8 jam
- Di lemari Es : 24 jam
- Di lemari pendingin/beku (-18° C) : 6 bulan
ASI yang didinginkan tidak boleh direbus bila akan dipakai,karena kualitsnyaakan menurun,yaitu unsur kekebalannya.ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar,agar tidak terlalu dingin,atau dapat pula direndam di dalam wadah yang telah terisi air panas.
Pemberian ASI peras
Perlu diperhatikan,jangan diberikan dengan botol/dot,karena hal ini akan menyebabkan bayi “bingung puting”.Berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok,sehingga saat ibu menyusui langsung,bayi tidak menolak menyusu.
Cara pemberian dengan menggunakan cangkir :
- Ibu atau yang memberi minum bayi,duduk dengan memangku bayi.
- Punggung bayi dipegang dengan lengan.
- Cangkir diletakkan pada bibi bawah bayi.
- Lidah bayi berada diatas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari dalam cangkir(saat cangkir dimiringkan).
- Beri sedikit waktu istirahat saat bayi menelan.
MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU YANG BERKERJA
Berikut ini adalah tugas bidan dalam rangka memelihara aktifitas menyusui ASI pada ibu berkerja. Aktifitas berikut dapat diberikan dalam bentuk penyuluhan atau selebaran yang dapat dibagikan setiap kali ibu dating memeriksakan diri atau bayinya. Setiap kali pertemuan antara bidan dan ibu menyusui, penting dilakukan pengkajian dan evaluasi tentang aktifitas menyusui ASI ibu tersebut dan segala masalah atau hambatan yang dihadapi ibu atau keluarganya.
- Beri pengertian ibu tentang pentingnya ASI.
- Jelaskan produser menyusui yang benar.
- Jelaskan berbagai factor yang dapat menghambat keluarnya ASI.
- Libatkan suami atau keluarga lain yang terlibat lebih dominant dalam keluarga agar memahami dan dapat membantu istri mempertahankan ASI.
- Jangan memberi makan an tambahan apapun kepada bayi sebelum bayi berumur 6 bulan.
- Susui sesering mungkin selama ibu cuti berkerja, minimal 2 jam sekali.
- Biasakan pada malam hari untuk menyusui bayi.
- Porsi makan malam diperbesar dan ibu tidak perlu takut untuk menjadi gemuk.
- Tambahkan susu satu gelas untuk ibu sebelum tidur.
- Susui bayi pada pagi hari, dan keluarkan sampai payudara kosong setiap kali habis menyusui.ASI dapat disimpan di dalam kulkas atau termos yang di beri es. Susu ini dapat di berikan kepada bayi di rumah ketika ibu ada di kantor.
- Cara menghangatkan ASI yang di simpan dalam lemari esadalah dengan merendamnya dalam air hangat (suhu <50 derajat celcius)
- Bangkitkan kepercayaan ibu bahwa ia dapat memenuhi kebutuhan bayinya .
- Bila ibu berkerja sampai sore maka di tempat kerja ibu harus secara rutin memeras susu dengan tangan dan menyimpan susu dalam botol.
- Pada malam hari usahakan bayi dapat menyusu sedikitnya 3x.
- Menu ibu menyusui harus dipenuhi.
- Hindari stress (atasi stress dengan baik)
- Bayi jangan diberi susu selain ASI
- Hindari penggunaan dot pada saat memberi ASI, gunakan sendok kecil.
- Bila putting susu lecet, pemberian ASI jangan di hentikan, tetap di susui dan olesi luka dengan ASI sebelum dan sesudah menyusui.
- Segera konsultasi ke bidan atau dokter bila ada keluhan selama menyusui.
Langganan:
Postingan (Atom)